Minggu, 20 Mei 2012

TEKNOLOGI AUTO MDI-X


TEKNOLOGI AUTO MDI-X

Auto-MDIX adalah teknologi yang dikembangkan oleh HP melalui Dove Dan dan Bruce Melvin, teknik ini memungkinkan kita untuk menggunakan jenis kabel Straight-Through atau Cross Over, terlepas dari penggunaan dengan hop atau router atau PC karena port akan memilih secara otomatis kabel yang cocok untuknya.

Seperti diketahui bahwa perangkat pada jaringan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
1.      Port MDI termasuk NIC komputer dan port Router.
2.      Port MDIX termasuk port Switch, hop atau jembatan.


Ketika kita ingin menghubungkan perangkat MDI dengan perangkat MDIX kita menggunakan kabel jenis straight, dan ketika kita ingin menghubungkan Device MDI dengan Device MDI kita menggunakan kabel jenis Cross. Hal inilah yang menjadi masalah di Laboratorium Melvin dimana ia tidak dapat menemukan kabel Cross. Kemudian ia meminta Dove mengatasi persoalan ini.

Dove telah mengembangkan teknologi Auto-MDIX. Auto MDIX adalah teknologi atau teknik yang mereka ketahui sebagai penghubung kabel untuk mengirim dan menerima data. Teknik ini membutuhkan 2 hal, yaitu :
1.      Port status Speed.
2.      Port mode Auto Duplex.
Teknik ini didukung oleh beberapa switch Cisco di, urutan 2940 2970.3750.
MDI vs MDI-X

Sebuah port MDI (Media Dependent Interface) atau uplink port adalah sebuah Ethernet port yang koneksinya digunakan pada NIC atau port NIC terintegrasi pada komputer. Since inputs on a NIC must go to outputs on the switch or hub these latter devices have their inputs and outputs (transmit and receive signals) reversed in a configuration known as medium dependent interface crossover ( MDIX or MDI-X). Karena masukan pada NIC harus diteruskan ke output pada switch atau hub, perangkat yang dengan teknologi ini memiliki input dan output (mengirim dan menerima sinyal) terbalik dalam konfigurasi dikenal sebagai MDI-X crossover.

Koneksi MDI dan MDI-X dengan Ethernet
Kabel Straight-Through untuk jaringan 10BaseT
Beberapa jaringan hub atau switch memiliki port MDI untuk menghubungkan ke hub lain atau switch tanpa kabel Ethernet crossover, tetapi dengan kabel straight-through. Auto-MDIX port pada interface jaringan yang baru ini akan  mendeteksi jika koneksi membutuhkan sebuah kabel crossover, dan kemudian secara otomatis perangkat akan memilih konfigurasi MDI atau MDIX yang sesuai dengan ujung koneksi lainnya.
X mengacu pada media transmisi pada perangkat MDI harus terhubung dengan kabel penerima pada perangkat MDIX. Kabel straight through menghubungkan pin 1 dan 2 (pengirim) pada perangkat MDI ke pin 1 dan 2 (penerima) pada perangkat MDIX. Demikian pula pin 3 dan 6 yang menerima pada perangkat MDI dan mengirimkan pada perangkat MDIX. Konvensi umum ini untuk jaringan hub dan switch yang menggunakan konfigurasi MDIX, sementara semua node lainnya seperti PC, workstation, server dan router menggunakan antarmuka MDI. Beberapa router dan perangkat lainnya memiliki uplink / saklar normal untuk kembali dan membalikkan antara MDI dan MDIX pada port tertentu.


Koneksi MDI dan MDI dengan Ethernet Kabel Crossover
Untuk menghubungkan dua port dengan konfigurasi yang sama (MDI untuk MDI atau MDIX untuk MDIX), sebuah ethernet kabel crossover diperlukan untuk mengirim dan menerima sinyal di kabel, sehingga koneksi yang terjadi sesuai dengan tingkat konektor. Auto-MDIX secara otomatis mendeteksi jenis sambungan kabel yang diperlukan dan mengkonfigurasi sambungan dengan tepat, menghilangkan kebutuhan untuk kabel crossover untuk menghubungkan switch atau menghubungkan PC peer-to-peer.

Selama itu pula diaktifkan pada kedua ujung sebuah koneksi sehingga kedua jenis kabel dapat digunakan. Agar auto-MDIX beroperasi dengan benar, data rate pada interface dan pengaturan dupleks harus diatur menjadi "auto".
Auto-MDIX dikembangkan oleh Hewlett-Packard insinyur Dove Daniel Yusuf dan Bruce W. Melvin. Sebuah generator bilangan pseudo-random memutuskan apakah port jaringan akan melakukan pengiriman atau penerimaan. Selanjutnya, Dove mempromosikan auto MDIX dalam 1000BASE-T standar dan juga mengembangkan algoritma yang dipatenkan untuk mode "forced mode auto-MDIX" yang memungkinkan konkesi secara otomatis ditetapkan bahkan jika port tidak otomatis bernegosiasi. Router, hub dan switch yang baru (termasuk diantaranya 10/100, dan semua 1 Gigabit atau 10 Gigabit perangkat dalam praktek) menggunakan auto MDIX yang secara otomatis beralih ke konfigurasi yang benar setelah kabel tersambung. Empat kabel lainnya juga digunakan tetapi tidak disilangkan karena auto-MDIX diharuskan untuk tingkat data yang lebih tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar